
Semarang, 21 November 2008
16.38
"kamu ini benar-benar bodoh.. Siapa yg bisa tidur dlm kondisi kamar hotel kaya gini coba!" wanita berpenampilan maskulin itu mamandang sekitar tempatnya berdiri dengan jijik, mengumpat dengan logat jawa Timurnya yang khas.
Aku melepaskan cardigan dan melemparnya begitu saja ke meja, untuk kemudian berbaring ogah-ogahan diatas ranjang.
Dia memungut cardiganku dengan sebal, lalu menggantungnya di lemari.
"ini salah satu bentuk kecerobohanmu, memilih hotel short time semacam ini, meletakkan baju asal-asalan. Ah.. kamu adalah tipe-tipe magnet pengundang bahaya terbesar, seseorang yang harus selalu dilindungi" ucapnya sambil duduk ditepian ranjang, persis disebelahku.
Aku bangkit, siap-siap beranjak.
"mau kemana?" tanyanya memandangku
"looking for food" jawabku sebal.
Dia tersenyum.
Tarikan tangannya yang tiba-tiba membuatku terjungkal, menindih badannya.
"aku sayang kamu, sangat sayang.. ijinkan aku melindungimu"
... dan tanpa permisi, dia mengecup bibirku ...
cinta 18 jam
Diposkan oleh si buluk 2 komentar Link ke posting ini
Label: kisah lain
ini bukan surat cinta, hanya sebuah pernyataan hati.

Entah berapa kali aku berhasil menghalau ingatanku untuk melupakanmu. Walau nyatanya, tanpa permisi kau datang padaku melalui mimpi. Apakah itu suatu pertanda, atau isyarat alam.. bahwa disudut hatimu, kau juga memikirkan aku?
Mungkin, ini keseribu kalinya aku memikirkanmu hari ini,
Sehari, 24 jam, 1440 menit, 86.400 detik, dibagi seribu, maka akan ketemu angka 86,4.. yang artinya, per delapan puluh enam koma empat detik sekali, aku mengingatmu.
Mengingat senyummu, mengingat nafasmu, mengingat baumu.
Bukankah kita harus berterima kasih kepada Tuhan, bahwa nyatanya, Dia yang Maha Kuasa, menciptakan otak manusia begitu canggihnya, sehingga bisa menerjemahkan segala hal, bahkan yang tidak ingin kita ingat sekalipun.
Hal yang paling menakutkan bagi kebanyakan orang adalah tidak dicintai, tapi bagiku, hal yang paling menyakitkan adalah, kau berdiri disampingku, dan kau tak tau bahwa aku mencintaimu.
Cinta.. Kau bertanya, semudah itukah aku mencintai.. karna mungkin nampak bagimu, tidak ada bedanya bagiku, aku mencintai atau tidak.
Kau meyakinkanku, bahwa perasaan cinta ini hanya salah satu bagian dari rasa penasaran, rasa ingin memiliki.
Lalu aku hanya tersenyum, memang benar, bagimu tak ada bedanya, dicintai atau tidak olehku, karna kau tetap akan mendapatkan tubuhku, hal yang aku tau memang sangat kau inginkan.
Lalu apa?
Setelah kau meniduriku,
Begitu saja kau hempaskan seluruh rasaku.
Bukan,
Aku tak akan pernah menyalahkanmu,
Tak akan pernah mengutukmu karna kamu begitu mempesona, karna kamu telah memikatku tanpa melakukan apapun.. (sadarkah kau, dalam diampun kau tampak begitu menarik?)
Ah, mungkin kau akan terkesima,
Terkejut.. betapa ternyata, perjumpaan kita membawa dampak yang begitu hebat kepada seorang manusia, aku.
Kau bilang kita sama brengseknya, jadi percuma mengumbar kata-kata manis, rayuan gombal yang tak berarti, karna itu hanya untuk anak belasan tahun..
Dan akupun mengiyakan, lihatlah.. dengan memandang kedalam matamu saja, aku sudah tau apa yang hendak kau katakan.. bukankah itu sungguh romantis?
Bukankah setiap orang yang jatuh cinta bisa jadi sangat-sangat puitis..
Maka kurangkaikan kata, ku isyaratakan keberanian untuk menuliskan 3 kata ini padamu.. seperti anak SD belajar mengeja, akupun mengucap dengan terbata.. AKU-CINTA-KAMU.
Kamu terpaku, seperti baru mendengar berita duka.. kau tak sanggup berkata.
Kamu menggeleng, mengetahui bahwa ada satu orang lagi yang mencintaimu, seperti menambahkan ber’ton-ton beban ke atas pundakmu.
Ah, ternyata kamu sudah salah paham..
Bukankah sudah kukatakan, cintaku membebaskan.
Membebaskan kamu untuk mencintai atau tidak mencintai aku.
Karna cinta adalah hak, dan tidak akan pernah jadi kewajiban.
Maka sekali ini saja aku bertanya, Apakah pernah ada aku disudut hatimu?
(kutunggu jawabanmu di kaki pelangi)
Diposkan oleh si buluk 0 komentar Link ke posting ini
Label: day dream
berhenti

'sampai kapan kamu akan begini terus, bersandar dipelukan tiap orang, untuk kemudian pergi begitu saja kalu kamu sudah bosan?' tanya sahabatku suatu hari
aku menjawab dengan gelengan
'jika waktunya sudah tiba, aku tau dengan pasti kapan harus berhenti dari semua ini' kataku dengan pasti
sampai beberapa saat yang lalu aku masih belum tau kapan waktu itu, waktu yang tepat untuk BERHENTI.
sampai beberapa saat yang lalu, aku masih saja menautkan tubuhku dari satu pelukan ke pelukan lain, walau hatiku tetap terbungkus rapi untuk satu orang nun jauh disana, it's not a big deal, berkencan dengan beberapa orang sekaligus, menemui orang-orang baru, percintaan demi percintaan, orgasme demi orgasme.. smua terlewat begitu saja tanpa arti.
Lalu kemudian, waktu mempertemukanku kembali dengan wanita ini.
wanita yang dulu pernah ada dihidupku, mengisi hari-hari pendekku.
dia bukan orang baru, karna nyatanya sudah lebih dari 4 tahun kami saling mengenal. Walaupun pertemuan terakhir kami meninggalkan luka yang dalam buat dia,
aku, seorang buluk, ternyata masih menjadi seseorang yang berarti buat hidupnya.
Bisa dibilang, kisah kami ini bukanlah happy-ending story.
walau sudah 4 tahun saling memendam cinta, akhirnya nasib mempertemukan kami dalam kondisi yang serba sulit.
masing-masing telah berpemilik.
godaan terbesar adalah, ketika kekasih kita jauh, butuh bahu untuk bersandar.. dan dengan tiba-tiba, cinta itu datang.
sumpah mati aku sama sekali tidak pernah bersedia untuk bermain hati, menanggalkan kesetiaan demi orang lain dengan melibatkan hati, itu haram hukumnya.
maka aku meninggalkannya.
kembali datang, bukan cinta yang ditawarkan.
dia, dengan segala kelemahannya, mencoba mengajak berdamai dengan hati kami masing-masing.
'hubungan kita tidak akan lebih dari seorang sahabat' tawarnya ketika dia mencoba kembali memasuki ritme hidupku
aku mengangguk, hubungan seperti inilah yang dari dulu aku cari dalam diri seseorang
dan kami benar-benar menjadi seorang sahabat, saling mendukung, saling menguatkan, dan tidak membiarkan seorangpun menganggu hubungan kami dengan patner kami masing-masing..
aku dan kekasih tercinta
dia dan belahan jiwanya
masing-masing terpisah jarak
tapi biarkan kami yang dekat, menjaga satu sama lain..
dan jika sekarang aku memutuskan untuk mengakhiri segala permainan konyol dengan banyak orang itu.. tak lain dan tak bukan adalah karna, aku ingin, hanya ada mereka.. hati-hati yang sedang kucoba untuk dibahagiakan..
sekarang, aku bisa berkata, bahwa inilah saat yang tepat untuk BERHENTI.
:: untuk cell, dan umur kita yang panjang ::
Diposkan oleh si buluk 6 komentar Link ke posting ini
Label: kisah lain
surat

Ini adalah surat cintaku padamu.
Apakah kau tahu mengapa Tuhan memberi manusia dua mata untuk melihat,
dua telinga untuk mendengar,
dua tangan untuk menggenggam dan dua kaki untuk melangkah,
tapi hanya menganugrahi satu hati untuk merasa.
Mungkin jawabannya adalah karena Ia telah menitipkan satu hati lainnya kepada seseorang.
Seseorang yang harus kita temukan,
seseorang yang kan melengkapi satu hati yang telah kita miliki.
Belahan jiwa kita, soul mate.
Sudahkah kau menemukannya?
.............................................................................
Ini adalah surat cintaku padamu yang pertama kali.
Banyak orang bicara tentang cinta.
Menulis cerita cinta, menyanyikan lagu cinta.
Tapi berapa banyak yang benar-benar tahu apa itu cinta?
Apakah rasa ini,
yang membuatku betah berlama-lama didekatmu adalah cinta?
Apakah rasa ini,
sesuatu yang membuatku risau saat kau bercerita tentang dia,
layak disebut cinta?
Aku tak tahu.
Dan tak mencoba untuk tahu.
Mungkin aku takut mendapati kenyataan bahwa aku benar-benar jatuh cinta padamu
dan kau tidak.
Aku kan kecewa, mungkin patah hati.
.............................................................................
Ini adalah surat cintaku yang ke-2 padamu.
Apakah kau percaya bahwasanya dunia ini diatur oleh Yang tak terlihat?
Aku percaya,
Ia menentukan kemana angin berhembus,
kapan hujan turun dan Ia pula lah yang meletakan benih cinta di hati seseorang.
Ia bekerja begitu sempurna.
Hingga laut tak pernah berhenti mengalir,
hingga bumi dan seluruh planet dapat terus bergerak.
Tapi entah mengapa diantara kesempurnaan itu terselip ketidakwajaraan,
serupa cintaku padamu.
Cinta yang salah kepada orang yang salah.
Bukankah cinta seharusnya putih,
tapi mengapa cintaku begitu pekat?
Bukankah cinta semestinya manis,
tapi kenapa cintaku terasa getir?
Mungkinkah ini kutukan?
............................................................................
Ini adalah surat cintaku padamu yang ke-11.
Seberapa banyak hal yang diketahui manusia seumur hidupnya?
Mana yang lebih besar,
hal-hal yang berhasil dia ketahui atau hal-hal yang tidak pernah dia temukan jawabannya?
Ya, hidup adalah misteri.
Kita lahir tanpa meminta, mati tanpa sempat menunda..
Cintaku padamu adalah serupa kematian.
Aku tak pernah tahu kapan , bagaimana ia datang.
Tapi ketika ia datang, maka ia telah datang.
Tahukah kau bahwa aku mampu mengenali derap langkah kakimu tanpa perlu melihat, hanya dengan mendengar?
Tahukah kau bahwa aku hafal wangi yang melekat di tubuhmu?
Tahukah kau berapa banyak malam yang kulalui dengan mimpi-mimpi tentangmu?
Tahukah kau bahwa aku membenci perasaanku padamu.
Bahwa aku terlalu takut mengakui bahwa aku menginginkanmu
dan bahwa aku hanya mampu mencuri pandang dari sudut pelupuk mataku?
Tahukah kau bahwa kau membuatku tak mengerti diriku sendiri dan apa yang kurasakan?
Kurasa kau tak perlu tahu.
Karena mengetahui tak kan mengubah segalanya.
Biarkan aku menjadi angin yang berhembus dan lenyap tanpa kau sadari.
Hanya mampu kau rasakan.
Biarkan cintaku menjadi bayangan yang akan mengikutimu ke mana pun kau pergi,
yang mampu menghilang di balik kegelapan.
...........................................................................
Ini adalah surat cintaku padamu yang ke-19.
apakah perasaan diciptakan untuk diucapkan?
Mengungkapkan tak kan mengubah segalanya.
Kenyataan dan tentu saja perasaanku padamu.
Dan seperti ke-18 surat lainnya yang kutujukan padamu,
surat ini akan berakhir di dalam laciku tanpa pernah mendapat kesempatan merasakan genggaman tanganmu.
Apakah cinta diciptakan untuk dimiliki?
Karena aku tetap mencintaimu,
walaupun aku tak kan pernah bisa memilikimu.
Karena aku tetap mencintaimu walaupun kau tak kan pernah tahu.
Apakah ini kutukan?
Cinta adalah bom waktu dan aku terorisnya.
Ia meledak sebelum aku sempat menyerahkannya.
Seharusnya kita berdua mati dalam ledakan itu, bukan mati sendirian.
Apakah aku sakit jiwa?
Cinta adalah api dan aku kayu bakarnya.
Cinta membakarku habis,
sebagian menjadi abu, sebagian menjadi arang.
Arang yang hitam dan hitam bukanlah putih.
Apakah ini sebuah dosa?
Jika ya, biarkan ini menjadi dosa termanis yang pernah kukecap tanpa perlu kusesali sedikit pun,
karena kau begitu indah.
............................................................................
Ini adalah surat cintaku yang ke-28 padamu.
Terlambat.
Manusia mana yang tak pernah mengalaminya?
Mungkin hanya fajar pagi yang slalu tepat waktu yang tak kenal dengannya.
Begitu banyak alasan untuk sebuah keterlambatan;
mengira banyak waktu hingga menunda atau terlalu pengecut hingga terus menghindar.
Aku tak tahu aku termasuk yang mana,
satu hal yang pasti,
telah terlambat bagiku tuk mengatakan sesuatu; aku cinta padamu.
Tiga kata, apa susahnya mengatakannya?
Tapi entahlah,
aku tak pernah sanggup..
Harusnya kukatakan itu dulu,
selagi kau masih mau mendengarku bicara.
Tapi sekarang, sudah terlambat.
Aku terusir dari hidupmu..
............................................................................
Ini adalah surat cintaku yang ke-31 padamu.
Ingatkah kau apa kata pertama yang bisa kau ucapkan?
Tak ada manusia yang mampu mengingatnya,
mungkin karena mereka terlalu muda untuk mengingat kali pertama mereka bisa berbicara.
Atau mungkin karena selama hidupnya,
milyaran kata telah mengalir deras dari pasang bibir manusia.
Ya, manusia mampu mengucap apa saja; sumpah serapah, rayuan, bahkan kata-kata canggih yang mereka sendiri tak tahu artinya.
Ya, manusia mampu mengungkapkan apa saja,
kesedihan, kemarahan, kebahagiaan, apapun yang mereka rasakan.
Namun, ada beberapa kata yang membuat bibir mereka kelu dan lidah mereka beku.
Kata-kata yang entah mengapa lebih baik disekap dalam senyap daripada dibiarkan terucap.
Seperti kata maaf.
Seperti tiga kata: aku cinta kepadamu,
sebuah susunan kata subjek-predikat-ketererangan yang seharusnya kukatakan padamu sejak tiga tahun lalu.
Ah, cinta.
Cinta memberiku kekuatan menyimpan kata-kata itu tanpa membuatnya membusuk.
Bahkan, cinta memberi kata-kata itu kekuatan untuk tumbuh dan tumbuh semakin kuat setiap hari.
............................................................................
Ini adalah surat cintaku yang ke-41 padamu.
Banyak manusia yang tahu pasti akan tujuan hidupnya.
Tapi, adakah manusia yang tahu mengapa dia harus mati ?
Kematian serupa hujan, dan hidup adalah kemarau.
Kematian menghapus hidup, seperti hujan yang menghapus kemarau.
Banyak orang yang bilang kematian itu menakutkan.
Tapi adakah yang sadar,
bahwasanya kematian bisa menjadi hal yang paling dirindukan.
Jika dengan datangnya,
ia mampu melepaskan jiwa dari kehampaan,
membebaskan hati dari keputusasaan.
Adakah yang mengakui,
bahwasanya kematian bisa menjadi saat termanis.
Bila ia menjemput dalam dekap sang kekasih..
Ini adalah surat cintaku padamu yang terakhir kalinya.
Yang kutulis dibatas asa dan diakhir mimpi.
Apakah ada manusia yang tak pernah bermimpi?
Tentang sesuatu yang ditakutkan,
seseorang yang dirindukan atau apa saja.
Manusia memang penuh dengan mimpi.
Dan aku adalah orang yang hidup dalam mimpi.
Dan sesungguhnya, kuingin tetap begini.
Larut bersama imaji tentang kau dan aku di suatu hari nanti.
Tapi yang kudapati dari menanti hanyalah hati yang mati.
............................................................................
Ini adalah surat cintaku padamu yang kesekian kali.
Jika ditanya apa hal tersulit di dunia ini,
mungkin banyak orang kan memilih memaafkan sebagai jawabannya.
Ya, memaafkan memang sulit,
tapi bagiku ada yang jauh lebih sulit dari itu ; melupakan.
Hanya butuh waktu semenit untuk menaksir seseorang,
sejam untuk menyukai,
dan seharian untuk bisa mencintai.
Tapi butuh waktu seumur hidup untuk bisa melupakan.
Mungkin itulah sebabnya mengapa surat ini masih tertulis untukmu.
Karna aku... tak bisa melupakanmu.
(dari kekasih, untuk hatinya yang dulu)
Diposkan oleh si buluk 1 komentar Link ke posting ini
Label: poetry
teman baru, dunia yang sempit, pengakuan
0248 bla bla
calling...
buluk : halo..
0248 : buluk?
buluk : iya, ni sapa?
0248 : saya samurai X, saya dapet no km dari mas Bejo
buluk : owh, iya iya.. katanya waktu itu mas Bejo mo ngenalin tmnnya yang Buci
0248 : yeah, it's me
buluk : okay,
0248 : tar malem kamu ada acara ga?
buluk : duh, tar malem mo ada janji ma temen nih
0248 : well, nampaknya aku telat yah.. next time maybe ya kita jalan
buluk : atur aja deh
0248 : btw, kamu suka kumpul ga sama anak2 belok?
buluk : not really, km?
0248 : ga juga sih, aku lebih sering nongkrong di Cafe DOV
buluk : DOV? kenal Shamir dong??
0248 : iya lah. Km kenal jg sm dy?
buluk : banget! wow, what a world yah!
0248 : iya, sempit banget. Klo anak2 belok sih aq ga terlalu banyak kenalan. Paling jalan sm sahabatku Jo.
buluk : Jo, yang kerja di exim itu?
0248 : yeah, juga tau dia toh??
buluk : kmrn dikenalin sm temen
0248 : owh, okay.
JO
calling ..
buluk : iya Jo
Jo : sori banget yah.. tiba2 sodaraku dateng, jd kita ga bisa keluar malem ini
buluk : it's owkay koq jo
Jo : besok aja gimana?
Buluk : i'm afraid i can't.. ada acara di greja besok
Jo : uh.. padahal pengen banget keluar ma kamu lagi
Buluk : next time kan masi ada waktu
on YM - between Buluk and her old friend
fReaKy :
hehehe
u r nice person
sejak aku kenal km
buluk banget:
well, i try my best
fReaKy :
i c
tapi waktu itu aku ga brani 'deketin' km
padahal peeeengeen banget
buluk banget:
waktu ktmu dulu?
fReaKy :
jujur
iya
buluk banget:
hahaha
actually,
so do i
Diposkan oleh si buluk 0 komentar Link ke posting ini
Label: interlude



