serius, judul diatas bukan maen2..! itu sungguh-sungguh saia alami dalam kehidupan nyata, saat ini, detik ini. Sebabnya, apalagi kalo bukan masalah cinta T_T
ah, coba bayangkan kamu dalam kondisi seperti ini:
1. kamu menyukai seseorang, sudah bertahun-tahun lamanya kamu memendam cinta sama dia.
dan belakangan kamu tau, dari mulutnya sendiri, kalau dia juga merasakan hal yang sama seperti kamu bahkan sejak pertama kalian kenal.. owh, bukankah seharusnya kamu bahagia, right?!
harusnya kisah ini berakhir indah kaya dipilem2, harusnya kalian berdua berpelukan, mungkin sedikit tangisan.. lalu kalian berciuman..
owkay, ada adegan ciuman ternyata.. tapiiiiii.. dirimu sudah terikat dengan seseorang nun jauh disana, dan kamu sama sekali tidak berniat untuk membagi hati dengan orang lain.
Jadi yang kamu lakukan adalah: memutuskan untuk ber-TTM'an sama dia.
hmm.. everything is under control -kamu pikir- tapi ternyata, dia, orang yang pernah kamu gila-gilai itu, ternyata adalah seseorang yang amat sangat memuja cinta.
dia sering bilang 'aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia'..
well, sounds romantic yah.. tapi ternyata, dirimu adalah orang yang gampang ilfeel sama hal-hal seperti itu. ditambah lagi, si charming itu adalah tipe orang yang suka ber-smsan.
everytime, everywhere.. tak mengenal lelah nampaknya.
'jangan lupa makan yah?' (halloww.. saya manusia normal bu! kalo lapar ya makan lah, ga perlu diingetin)
'jangan terlalu cape yah hani' (owkay, kalo gw cape, emang lo mau mijitin)
'hani uda bobo belum?' (kan uda gw bilang, jam 9 tet gw tidur, kalo lo sms jm 12 malem, siapa coba yang bego)
ahh.. si charming itu suka sekali ternyata tlp. bayangkan, hampir 2 jam sekali dia menghubungi kamu, cuma buat nanyain hal yang sama seperti di sms..
huwh.. akhirnya kamu menyadari, kalau dia ternyata tidak se-charming penampakannya dulu, dan ternyata juga, dia bukanlah orang yang tepat untuk diajak ber-ttm.
kamu ngambil keputusan buat menjauhi dia. Bilang kalo kamu cuma mau temenan sama dia..
GREAT!
dia nangis di telpon! huwaaaa.. siapa yang ga ngerasa bersalah coba!
ditambah lagi, tiba2 fs'nya jadi bernada mellow.. semuanya, mulai dari layout sampe main picnya, adalah gambar2 yang berbau patah hati.
yah.. bukankah itu cukup bagiku untuk membenci diriku sendiri karna membuat orang patah hati?! (seharusnya sih begitu, tapi ternyata..)
ternyata, tadi itu masih yang pertama, coba bayangkan yang ini:
2. bukankah bagus kalo kamu masih berhubungan baik dengan mantan-mantan kamu, apalagi kalo kamu berniat menjalin persaudaraan dengan mereka.
Tapi gimana kalo mantan kamu itu ternyata banci curhat.. dan setiap hal adalah penting buat dia untuk diceritakan ke kamu.
ah, it's not a big deal kalo dia nggak bilang masih sayang sama kamu, dan dengan nada yang mengiba, mempertanyakan, kenapa nggak bisa dapet pacar sebaik kamu (padahal kamu sendiri merasa kalo kamu bukanlah org yang baik).. kemudian memintamu untuk kembali menjalin hubungan sama dia.. as selingkuhan.
hahahaha.. tentu saja kamu ngakak. Buat apa jadi selingkuhan, kalo TTM saja sudah bagus..
jadi kamu menawarkan padanya untuk ber'TTM-an saja.. owkay, tentu saja, buat kamu TTM itu adalah having fun, memberikan perhatian tanpa ikatan label apapun.. tapi ternyata tidak buat dia. TTM=pacar ke-2=selingkuhan.
jadi tetep saja, dia nuntut kamu buat harus selalu standby 24 jam menerima perhatian dari dia, dalam bentuk sms, tlp, cam via YM.. dan lain sebagainya.
dan akhir cerita, dia bilang kalo dia lebih mencintai kamu daripada pacarnya.
itu sudah keterlaluan menurut kamu! dengan susah payah, kamu menjelaskan ke dia kalo TTMan itu tidak bisa disamakan dengan pacaran, jadi haram hukumnya buat kamu kalo TTM kamu lebih mencintai kamu dari pada pacarnya.
GREAT!
dia tetep nggak ngerti. Dia tetep bilang kangen sama kamu, walau sejam yang lalu dia abis tlp.
dia tetep seperti itu.. memaksa kamu buat ngangkat tlp'nya, karna kalo enggak, dia nggak akan pernah berhenti.
bukan, ini bukan tentang mereka.. ini hanya tentang diriku, tentang hatiku, dan alasan kenapa aku membenci diriku sendiri.
aku benci, karna mereka menganggap aku ini seorang yang baik, yang tulus, seseorang yang pantas menerima cinta dan perhatian dari mereka.
aku benci, karna tak pernah dengan tegas bisa mengatakan TIDAK pada cinta yang mereka beri.
aku benci, karna tidak punya hati untuk menyaksikan mereka terluka karna aku, sehingga membiarkan mereka melukaiku dengan cinta yang sama sekali tak aku inginkan.
aku benci, karna menyadari, ternyata aku begitu munafik.. berpura-pura bahagia untuk untuk membahagiakan mereka.
aku benci, kenapa tidak bisa sedikitpun berfikir, bahwa cinta itu penting.
apakah karna aku hanya manusia biasa?
tiba-tiba aku benci diriku sendiri!
Label: interlude
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
manusiawi koq
iya, kadang yang manusiawi itu yang susah.
jadi gimana kalo hewani ato nabati aja?
Posting Komentar